Tag Archives: program vaksinasi

Program Vaksinasi Penyakit ILT

promo ayam petelur 650

Penyakit ILT merupakan penyakit yang lebih sering menyerang ayam petelur dibandingkan dengan ayam pedaging. Hal itu dikarenakan umur pemeliharaan ayam pedaging yang relatif singkat. Meskipun hospes primer virus ILT adalah ayam dari segala umur namun ayam umur 7-22 minggu lebih sensitif. Dari data di lapangan menunjukkan bahwa ayam terserang ILT adalah ayam yang berusia diatas 22 minggu. Defisiensi vitamin A, kondisi stres dan kadar amonia yang tinggi dalam kandang bisa mendukung timbulnya kasus ILT yang lebih berat. Faktor lain seperti masuknya bibit pullet yang sebelumnya pernah divaksin ILT ke wilayah peternakan bebas ILT dan status carrier dari ayam yang pernah terserang ILT dalam waktu lama, bisa menjadi sumber infeksi ILT. Penyakit ILT bisa berkomplikasi dengan agen penyakit lain, misalnya CRD dan korisa.

Peternakan yang terserang akan mengalami kerugian baik materi maupun tenaga, untuk itu diperlukan program vaksinasi ILT. Vaksinasi ILT biasa menggunakan vaksin aktif dan berfungsi merangsang terbentuknya kekebalan ayam. Pemberian vaksin ILT dapat dilakukan dengan tetes mata, air, minum, dan spray. Program vaksinasi juga bisa ditentukkan oleh sejarah kasus serangan ILT pada pemeliharaan sebelumnya yaitu 2-3 minggu sebelum terjadi outbreak. Setelah vaksinasi, terjadinya reaksi post vaksinasi bersifat normal karena virus ILT mengalami multiplikasi pada jaringan tubuh ayam yang disukai yaitu laryng, trakea, dan kelenjar harderian mata. Proses multiplikasi tersebut melibatkan proses teralokasinya cadangan gizi dan energi tubuh ayam untuk dimanfaatkan mikroba vaksin membentuk antibodi. Reaksi post vaksinasi ILT ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari setelah vaksinasi. Apabila terjadi reaksi post vaksinasi dalam waktu lebih lama atau gejala klinis lebih parah bahkan muncul kematian, hal ini merupakan indikasi bahwa telah terjadi reaksi post vaksinasi yang berlebihan.

Tingkat reaksi post vaksinasi yang berlebihan berpengaruh terhadap tingkat pembentukkan antibodi atau kekebalan yang dihasilkan. Untuk meminimalisir timbulnya reaksi post vaksinasi yang berlebihan, maka perlu diperhatikan dosis dari vaksin tersebut. Vaksinasi tidak diberikan kepada ayam yang stres atau sedang memiliki penyakit immunosupresif, pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan pada seluruh flok ayam secara serentak dalam satu hari an bertujuan untuk mencegah terjadinya rolling reaction, perlunya menghindari pemberian vaksin aktif secara berdekatan khususnya vaksin yang terget organnya di saluran pernafasan seperti ND, dan IB karena bisa meningkatkan reaksi post vaksinasi ILT, kurangi konsentrasi debu dan amonia dalam kandang. Konsentrasi debu dan amonia dalam kandang yang tinggi juga akan semakin memperburuk kondisi ayam yang sedang mengalami reaksi post vaksinasi.

promo ayam petelur 650