Category Archives: tips ternak layer

Cara mengoptimalkan produksi ayam petelur

Setiap peternak ayam petelur pasti menginginkan produksi ayam petelur mereka optimal, optimal yang seperti apa? tentunya secara kuantitas dan juga kualitas telur optimal.  Telur besar dan banyak, kualitas cangkang dan juga kuning telur baik, produksi stabil dan bertahan lama. Nah sering kali peternak bertanya : gimana caranya agar produksi ayam petelur optimal?? dibawah ini akan kami uraikan bagaimana supaya produksi telur ayam petelur /layer anda optimal:

1.  Pilih DOC ayam petelur yang baik

Untuk mendapatkan performa dan juga produksi optimal ketika ayam memasuki masa bertelur tentu saja langkah awal yang perlu diperhatikan adalah memilih DOC ayam petelur. INi jika anda mau memelihara ayam petelur dari DOC, namun jika anda mau berternak ayam petelur yang siap bertelur maka anda perlu memilih pulet / atau ayam siap telur dengan kualitas yang baik pula. Pilihlan penghasil pulet yang memang sudah memiliki track record yang baik dalam menghasilkan pulet / ayam siap telur.

2. Manajemen pemeliharaan yang baik

Terapkan manajemen pemeliharaan secara optimal mulai dari fase starter, grower sampai layer. 2 fase awal bisa diabaikan ketika anda membeli ayam petelur yang siap bertelur. Namun diganti dengan membeli ayam siap telur yang memang berkualitas. Terapkan bioscurity yang baik, tatalaksna pemberian pakan yang optimal, sirkulasi udara, tata kelola kandang yang baik, program pencahayaan yang baik dan juga program pemberian suplemen / vitamin serta vaksin yang baik. Usahakan pemeliharaan setiap fase berjalan optimal supaya produksi diakhir optimal. Setiap fase sangat berpengaruh pada hasil produksi ayam petelur.

Dalam manajemen pemeliharaan yang baik ini tentu saja termasuk pemilihan SDM yang memang mengerti dan juga berpengalaman dalam budidaya ternak ayam petelur. SDM yang berkualitas akan sangat berpengaruh pada performa ayam petelur.

selalu usahakan ayam dalam kondisi nyaman, karena jika ayam stress akan memicu banyak masalah, Ayam stress bisa menurunkan produksi telur, rentan terhadap serangan penyakit, apalagi jika stress dan diikuti penurunan daya tahan tubuh ayam.

3. Manajemen pakan yang baik

Selalu pilih pakan dengan kualitas yang baik dan dari pabrikan yang sudah terpercaya. Pilih bahan yang baik jika anda sudah mulai mencampur pakan ayam petelur sendiri. sesuaikan kebutuhan protein / kalori dalam setiap fase pertumbuhan ayam petelur. Selalu cek feed intake ayam petelur pada setiap fase pertumbuhan. Sebagai contoh pada ayam petelur yang akan bertelur standar feed intake adalah 80 gram/ekor/hari. Mintalah program rekording baik manual maupun komputer dari TS pakan langganan anda.

4. Pemilihan suplemen / vitamin

Nah ini juga penting agar produksi ayam anda optimal, Anda bisa menggunakan suplemen untuk meningkatkan produksi telur secara kualitas maupun kuantitas menggunakan VITAMAX petelur dan juga MAXXi-EGG. VITAMAX petelur bisa digunakan mulai DOC sampai ayam siap bertelur. Sedangkan untuk mengoptimalkan produksi telur anda bisa menambahkan MAXXI-EGG. Salah satu penggunakan VITAMAX bisa mencapai produksi 90-94% pada ayam petelur umur 16 minggu / 4 bulan. Pak Adie dari magelang ini dari awal / DOC menggunakan produk VITAMAX.

4 hal diatas semoga bisa menjadi perhatian kita semua sebagai peternak ayam petelur, semoga ayam petelur yang kita pelihara produksi optimal seperti yang kita harapkan..

untuk informasi produk silahkan call : 085743647769

Tips Berternak Ayam Petelur

Peternakan ayam telah berkembang pesat ke seluruh dunia, sementara peternakan ayam petelur di Indonesia sering dijumpai terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Jenis ayam petelur yang dipelihara terdiri dari 2 tipe. Pertama, tipe ayam petelur ringan, memiliki badan kurus dan ramping serta mata yang bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini memang sulit dicari di Indonesia, tetapi ayam petelur jenis ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Ayam telur ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahunnya. Sedangkan tipe kedua adalah ayam petelur tipe medium, ayam ini memang berat, tapi masih diantara ayam petelur ringan dan broiler. Ayam petelur jenis ini merupakan ayam dwiguna, yakni penghasil telur dan daging sekaligus.

Dalam memulai usaha peternakan ayam, syarat pertama yang harus dilakukan adalah memilih lokasi peternakan. Lokasi yang baik adalah jauh dari pemukiman penduduk, mudah menjangkau tempat pemasaran, bersifat menetap dan tidak berpindah-pindah. Sementara persiapan sarana, meliputi kondisi lingkungan yang memiliki temperatur 32,2 – 350 C, kelebaban berkisar 60 – 70%. Sementara bentuk kandang ada 2, yakni kandang koloni dan kandang individual. Sementara peralatan lain seperti, litter (alas kandang), harus selalu kering dan dianjurkan atap tidak bocor. Tingginya adalah 14 cm, bahan litter terbuat dari sekam dan pasir secukupnya. Tempat bertelur agar mudah mengambil telur, dibuatkan kotak berukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4 ekor ayam. Tempat ayam bertengger diusahakan deket dinding dan diusahakan jauh dari kotoran. Tempat pakan da minum dapat terbuat dari kayu atau alumunium, dan tidak berkarat atau bocor.

Sementara ayam yang dipelihara haruslah memiliki beberapa persyaratan seperti ayam harus ehat dan tidak cacat fisik, pertubuhannya normal, anak ayam berasal dari bibit unggul. Sedangkan pedoman teknis untuk memilih DOC adalah anak ayam berasal dari induk yang sehat, bulu halus dan penuh secara rata, tidak ada cacat tubuh, nafsu makan yang baik, ukuran badan normal dan seragam, tidak basah pada duburnya. DOC yang berkualitas baik akan memiliki konversi ransum yang baik, produksi telur yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya, dan perhatikan prestasi induk di lapangan untuk bibit itu.