Category Archives: pullet

Mempersiapkan Pullet Sebelum Produksi

Pullet merupakan ayam yang dipelihara di umur 0 – 16 minggu, pendapat lain menyatakan pullet adalah ayam petelur masa DOC hingga masa bertelur dibawah 5%. Program pembentukkan pullet yang baik harus diawali sejak DOC hingga menjelang awal produksi. Kegiatan tersebut harus berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan, untuk menyusun program yang baik peternaka sebaiknya mengetahui ciri-ciri pullet berkualitas. Pullet memiliki tahapan perkembangan tubuh yang kompleks sesuai periode umurnya (starter dan grower). Masa starter merupakan masa pembelahan sel (hiperplasia) sehingga perkembangan organ sangat dominan, masa ini memberi andil 50 – 90% terhadap keberhasilan pemeliharaan pullet.

Adapun beberapa ciri pullet yang bisa dikatakan berkualitas adalah memiliki ciri fisik ayam petelur yang baik, seperti tidak cacat, bukan carier penyakit, mata cerah dan bercahaya, dubur tidak basah dan pucat, badan lebar dan dalam, kaki panjang, cerah dan kokoh, standart berat badan harus sesuai dengan standart breeder, jika ayam memiliki bobot badan yang rendah (kurang 10% dibawah standart) atau memilik frame kecil maka segera pisahkan. Frame size yang terbentuk sempurna akan sangat mendukung pencapaian puncak produksi yang optimal dan memiliki persistensi produksi yang lama. Penyeragaman bobot badan dilakukan melalui penimbangan berat badan rutin. Keseragaman >85% berarti dari setiap 100 ekor ayam minimal ada 85 ekor yang berat badannya ± 10% terhadap standart. Setelah penimbangan, peternak harus membagi ayam-ayam tersebut sesuai dengan berat badan dan frame size-nya. Hal tersebut bertujuan agar peternak lebi h mudah mengamati perkembangan performa ayam dan menetapkan jumlah konsumsi ransum ayam.

Teknik membentuk Pullet yang berkualitas harus memperhatikan beberapa faktor seperti genetik pullet, nutrisi yang diasup pullet, kondisi lingkungan kandang, dan manajemen pemeliharaan yang baik. Jika faktor bibit dan kondisi lingkungan telah dipenuhi, maka langkah selanjutnya untuk menjaga pertumbuhan ayam adalah ransum dan manajemen pemeliharaan. Faktor nutrisi seperti acceptability (kemampuan ayam mengkonsumsi ransum), palatabillity (penilaian ayam terhadap rasa dan bau ransum), digestibility (kemampuan ransum diserap tubuh ayam), gram feed intake daily per chick (konsumsi harian ransum per ayam). Faktor-faktor tersebut harus dikelola dalam manajemen yang baik agar potensi dalam tubuh ayam akan muncul optimal, seperti tumbuh lebih cepat, FCR yang rendah, puncak produksi lebih tinggi, Henday > 90%, berat telur lebih besar 5%. Dalam manajemen pembuatan pullet berkualitas mencakup 4 poin yaitu : tata laksana kandang meliputi suhu dan kelembaban udara, cahaya, dan kualitas udara. Tata laksana kesehatan meliputi tindakan vaksinasi, pengobatan dan biosekuriti. Tata laksana pemberian ransum yang berdasarkan kebutuhan di tiap periode. Penimbangan dan Rekording penting untuk memantau kondisi ayam.