Category Archives: pakan

Manajemen Personalia dan Pakan Layer

Manajemen pemeliharaan ayam petelur akan selalu bersinggungan dengan person atau manusia yang terlibat secara langsung dengan ayam. Dalam istilah awam sering disebut anak kandang yang melaksanakan semua kegiatan yang terkait dengan pemeliharaan ayam layer tersebut. Pekerjaan itu seperti persiapan kandang sebelum dan sesudah panen, persiapan gudang pakan, persiapan semua peralatan dan perlengkapan kandang serta maintenance dari semua kegiatan tersebut secara periodik. Aspek manajemen peternakan ayam petelur seperti bibit, pakan, budidaya, kesehatan, dan pemasaran produk itu sendiri. Aspek-aspek tersebut secara keseluruhan merupakan tugas peternak atau anak kandang, namun perlu diingat bahwa hal itu harus dilakukan secara berjenjang atau harus ada pengontrolan yang ketat dari pimpinan yang kompeten dengan usaha peternakan itu.

Kejadian di lapangan seringkali sistem perjenjangan kerja masih sangat kurang terutama untuk peternak layer skala menegah ke bawah yang masih memberikan kepercayaan penuh kepada anak kandang tanpa adanya pengontrolan, sehingga pada sat tertentu sering dijumpai tumpang tindihnya kegiatan anak kandang, dan sering terabaikan hal-hal yang terkait dengan manajemen usaha peternakan itu. Selain itu, perlu adanya pencatatan yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan anakan kandang mulai dari terbitnya fajar sampai terbit fajar kembali perlu dibukukan dan dicatat. Pencatatan yang baik pada suatu usaha peternakan merupakan indikator yang dapat menghantarkan usaha peternakan meraih kesuksesan, karena manajemen yang baik sebenarnya tercermin dari recording yang tersimpan baik.

Dalam manajemen ayam layer, pakan mengambil peran yang besar. Harus ada pemabatasan pakan pada ayam petelur, pembatasan dimulai sejak umur ayam masih sehari atau DOC. Peberian pakan secara ad libitum dapat dilakukan saat ayam berumur 1-5 minggu. Kemudian pada umur di atas 5 minggu, pembatasan pemberian pakan mulai diterapkan terutama ayam petelur yang berasal dari strain loghman. Pada dasarnya pembatasan pakan secara kuantitatif dan pembatasan pemberian pakan secara kualitatif. Secara kuantitaif, ayam petelur hanya dibatasi pakannya semisal 70 gr/ekor/hari, sedang secara kualitatif berarti penurunan protein kasar atau crude protein (CP) terutama untuk leyer umur 13-17 minggu, hal ini ditujukan untuk menghambat dewasa kelamin ayam tersebut.Perhatian lain peternak ayam petelur adalah memberikan kebebasan pada ayam untuk mengkonsumsi pakannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, artinya pada usia 18 minggu pola pemberian pakan dilakukan secara ad libitum kembali, hal ini dibiarkan sampai ayam mulai berproduksi. Setelah sekitar 25% ayam telah berproduksi maka pembatasan perlu dilakukan kembali karena jika terus dibiarkan akan berakibat penumpukan lemak di daerah reproduksinya.