Category Archives: manajemen

Manajemen Pindah Kandang Ayam Layer petelur

Keberhasilan proses perpindahan kandang sangat dipengaruhi oleh keberhasilan persiapan kandang, pelaksanaan pindah kandang dan perlakuan setelah menempati kandang baru. Persiapan perpindahan kandang meliputi kesiapan kandang baru menerima ayam dan kondisi ayam saat akan dipindah. Sebelum ayam masuk, perlu dilakukan pembersihan kandang meliputi pembersihan sisa kotoran, litter, bulu, eskudat, dari ayam periode sebelumnya. Kandang dibersihkan dengan air sabun dan bila kering disemprot dengan desinfektan. Tidak hanya itu, peralatan kandang juga harus dibersihkan seperti paralon, tempat ransum dan air minum harus dibersihkan dan didesinfeksi. Lingkungan kandang harus didesinfeksi secara keselruhan, dan rumput liar harus dibersihkan juga. Berat badan ayam perlu didata dan dikelompokkan, uniformity yang tidak sesuai akan sangat berpengaruh pada produksi telur. Vaksinasi sebaiknya dilakukan 2 atau 3 minggu sebelum pindah kandang agar respon vaksinasi optimal dan obat cacing diperlukan 3 hari sebelum dipindah.

Pelaksanaan pindah kandang sebaiknya dilakukan dengan cepat dan tepat. Jika terlambat dan prosesnya lama akan menyebabkan stres dan kematian. Penangkapan ayam harus dilakukan dengan hati-hati dan waktu yang tepat. Ayam sebaiknya ditangkanp pada malam, pagi atau sore saat kondisi cuaca tidak terlalu panas. Saat pindah kandang ayam sebaiknya tidak diberi ransum, dipuasakan sehingga saluran pencernaannya kosong. Saat saluran pencernaannya berisi ransum maka akan berlangsung proses pencernaan dan penyerapan nutrisi sehingga menghasilkan panas. Saat proses pemindahan ayam pastikan sirkulasi udara pada tumpukan keranjang ayam lancar. Dan yang paling penting adalah sediakan keranjang yang nyaman untuk ayam. Atur jumlah dan kapasitas ayam yang dimasukkan ke dalam kandang.

Sedangkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ayam telah menempati kandang yang baru agar memudahkan dalam proses adaptasi. Pastikan ayam memiliki akses air minum dengan mudah karena selama perjalanan ayam kehabisan banyak cairan tergantung pada kondisi cuaca. Bial menggunakan nipple drinker untuk mempermudah ayam menemukan tambahkan intensitas cahaya dan tingkatkan tekanan air dalam paralon. Setelah ayam menemukan tempat minum, segera berikan ransum dengan kualitas dan jumlah sesuai kebutuhan. Berikan tambahan pencahayaan selama 22-24 jam pada hari pertama kondisi terang dalam kandang akan mempermudah ayam menemukan tempat pakan dan minum. Penambahan intensitas pencahayaan hendaknya tidak lebih dari 7 hari karena akan memicu kanibalisme. Setelah itu, lakukan pemantauan secara rutin terhadap tingkat konsumsi ransum, jumlah konsumsi minum, suhu dan kelembaban kandang, pertambahan bobot badan, dan perkembanagan henday dan berat telur. Pemberian vitamin dan elektrolit sebelum dan sesudah pindah kandang akan membantu meningkatkan stamina dan menurunkan efek stress yang ditimbulkan.

Manajemen Personalia dan Pakan Layer

Manajemen pemeliharaan ayam petelur akan selalu bersinggungan dengan person atau manusia yang terlibat secara langsung dengan ayam. Dalam istilah awam sering disebut anak kandang yang melaksanakan semua kegiatan yang terkait dengan pemeliharaan ayam layer tersebut. Pekerjaan itu seperti persiapan kandang sebelum dan sesudah panen, persiapan gudang pakan, persiapan semua peralatan dan perlengkapan kandang serta maintenance dari semua kegiatan tersebut secara periodik. Aspek manajemen peternakan ayam petelur seperti bibit, pakan, budidaya, kesehatan, dan pemasaran produk itu sendiri. Aspek-aspek tersebut secara keseluruhan merupakan tugas peternak atau anak kandang, namun perlu diingat bahwa hal itu harus dilakukan secara berjenjang atau harus ada pengontrolan yang ketat dari pimpinan yang kompeten dengan usaha peternakan itu.

Kejadian di lapangan seringkali sistem perjenjangan kerja masih sangat kurang terutama untuk peternak layer skala menegah ke bawah yang masih memberikan kepercayaan penuh kepada anak kandang tanpa adanya pengontrolan, sehingga pada sat tertentu sering dijumpai tumpang tindihnya kegiatan anak kandang, dan sering terabaikan hal-hal yang terkait dengan manajemen usaha peternakan itu. Selain itu, perlu adanya pencatatan yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan anakan kandang mulai dari terbitnya fajar sampai terbit fajar kembali perlu dibukukan dan dicatat. Pencatatan yang baik pada suatu usaha peternakan merupakan indikator yang dapat menghantarkan usaha peternakan meraih kesuksesan, karena manajemen yang baik sebenarnya tercermin dari recording yang tersimpan baik.

Dalam manajemen ayam layer, pakan mengambil peran yang besar. Harus ada pemabatasan pakan pada ayam petelur, pembatasan dimulai sejak umur ayam masih sehari atau DOC. Peberian pakan secara ad libitum dapat dilakukan saat ayam berumur 1-5 minggu. Kemudian pada umur di atas 5 minggu, pembatasan pemberian pakan mulai diterapkan terutama ayam petelur yang berasal dari strain loghman. Pada dasarnya pembatasan pakan secara kuantitatif dan pembatasan pemberian pakan secara kualitatif. Secara kuantitaif, ayam petelur hanya dibatasi pakannya semisal 70 gr/ekor/hari, sedang secara kualitatif berarti penurunan protein kasar atau crude protein (CP) terutama untuk leyer umur 13-17 minggu, hal ini ditujukan untuk menghambat dewasa kelamin ayam tersebut.Perhatian lain peternak ayam petelur adalah memberikan kebebasan pada ayam untuk mengkonsumsi pakannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, artinya pada usia 18 minggu pola pemberian pakan dilakukan secara ad libitum kembali, hal ini dibiarkan sampai ayam mulai berproduksi. Setelah sekitar 25% ayam telah berproduksi maka pembatasan perlu dilakukan kembali karena jika terus dibiarkan akan berakibat penumpukan lemak di daerah reproduksinya.