Pengganti AGP Ayam Petelur Setelah Dilarang Penggunaannya

Ayampetelur.com – peternakan ayam bukan lagi menjadi hal yang asing di lingkungan masyarakat indonesia. Telah banyak anggota masyarakat yang mulai mencoba untuk terjun di dunia peternakan ayam tersebut. Diawali dengan hanya mencoba-coba, namun pada akhirnya juga mendapatkan kesuksesan yang diharapkan sebelumnya. Memang telah banyak yang membuktikan bahwa beternak ayam ini merupakan salah satu bisnis atau usaha yang bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Disamping karena permintaan pasar yang banyak, rupanya beternak ayam tersebut juga tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan ada diantara peternak ayam yang sukses tersebut harus memulai bisnisnya tersebut mulai dari nol hingga akhirnya meraih kesuksesan seperti para peternak pendahulu.

Tren kesuksesan para peternak ayam tersebut setidaknya terus berlajut hingga akhir tahun 2017 kemarin. Pasalnya mulai dari awal tahun 2018, para peternak tersebut harus dihadapkan dengan tantangan baru yang tujuannya adalah untuk kemajuan peternakan ayam itu sendiri. Apalagi kalau bukan pelarangan penggunaan AGP yang secara tegas diatur oleh pemerintah indonesia. Kita tahu bahwa mulai dari tanggal 1 januari 2018, telah secara resmi pemerintah melarang penggunaan AGP dalam peternakan ayam. Hal ini tentu saja menjadi pukulan tersendiri bagi para peternak tersebut mengingat telah banyak peternak ayam yang sukses karena dibantu dengan penggunaan AGP tersebut. Adapun AGP adalah singkatan dari antibiotic growth promoter. AGP tersebut memang saja memiliki peran besar bagi kesuksesan peternak dikarenakan AGP tersebut lah yang membantu melancarkan ayam yang diternakkan.

Sebelum pelarangan penggunaan AGP tersebut, AGP telah banyak digunakan oleh para peternak ayam yaitu untuk membantu memperlancar pertumbuhan ayam yang diternakkan. Hingga akhirnya ayam yang diternakkan memiliki pertumbuhan yang lancar sehingga produktifitas ayam pun juga menjadi luar biasa. Dengan begitu, mudah bagi para peternak untuk bisa memasarkan hasil ternak dari peternakannya tersebut ke pasar. Apabila lebih banyak pasar yang bisa terpenuhi, maka keuntungan yang didapatkan tentu saja juga akan semakin banyak. Hingga akhirnya siapa sangka kuantitas hasil ternak yang banyak tersebut tidak sebanding dengan kualitas hasil ternak ayam yang dipasarkan ke konsumen. Setelah diteliti, ternyata terdapat residu pada hasil ternak ayam yang ditinggalkan oleh AGP tersebut.

Dan kini setelah penggunaan AGP secara tegas dilarang oleh pemerintah, maka hal ini membuat para peternak berpikir ulang untuk menjaga produktifitas peternakan ayam yang mereka jalankan. Hal ini dikarenakan peternakan ayam yang dijalankan tanpa menggunakan AGP tersebut akan menghasilkan tingkat produktifitas yang rendah yang tentu saja dibawah dibandingkan ketika dahulu menggunakan AGP. Apabila manajemen yang sama diterapkan dengan tanpa menggunakan AGP, tentu saja dikhawatirkan bisnis peternakan tersebut akan mengalami kerugian yang tidak diinginkan oleh peternak. Oleh sebab itu, penting bagi peternak untuk melakukan terobosan baru untuk mempertahankan usahanya tersebut. Dan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan pengganti AGP.

Pengganti AGP ayam petelur setelah dilarang penggunaanya bisa menjadi solusi bagi para peternak untuk bisa mempertahankan usaha peternakan ayam yang ia jalankan. Apalagi setelah diberlakukannya undang-undang yang melarang penggunaan AGP tersebut lalu muncul berbagai alternatif pengganti AGP yang bisa dicoba untuk diberikan pada ayam yang diternakkan. Hal ini tentu bisa membantu para peternak untuk bisa kembali dijalur yang benar yaitu untuk membuat ayam yang mereka ternakkan menjadi produktif kembali. Salah satu pengganti AGP yang bisa anda coba adalah vitamax petelur yang mengandung prebiotik dan bisa membantu memaksimalkan produktifitas unggas. Nah, bagi anda yang mau order vitamax petelur, anda bisa order dengan cara klik disini.

One thought on “Pengganti AGP Ayam Petelur Setelah Dilarang Penggunaannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *