Waspada Infeksi Dispharynx Pada Ayam Yang Diternakkan

Ayampetelur.com – mengatasi penyakit ayam sudah menjadi hal yang biasa bagi peternak ayam. Ada banyak jenis penyakit ayam yang perlu diurusi agar tidak mengganggu kesehatan ayam yang diternakkan. Dari sekian banyak penyakit yang berpotensi menyerang ayam yang diternakkan, penyakit yang bisa mengakibatkan kematian merupakan salah satu penyakit yang paling diwaspadai. Hal ini dianggap wajar mengingat kematian pada ayam bisa berdampak buruk bagi ayam maupun bagi peternak ayam itu sendiri. Namun, meskipun penyakit tersebut tidak mengakibatkan kematian, akan lebih baik bila tetap diwaspadai mengingat alangkah lebih baik kalau ayam yang diternakkan bisa tetap dalam kondisi yang sehat sehingga bisa tumbuh dengan baik dan juga bisa lebih produktif.

Salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam usaha peternakan ayam ini memang dalam hal penanganan penyakit pada ayam tersebut. Mengingat diantara banyak unggas yang bisa diternakkan, ayam merupakan salah satu unggas yang rentan terhadap penyakit. Meskipun begitu, unggas ayam tersebut juga merupakan salah satu jenis unggas yang dapat menghasilkan keuntungan yang paling banyak apabila diternakkan dengan baik. Kita tahu bahwa hasil ternak ayam ini merupakan satu diantara banyak hasil ternak yang banyak dicari

di pasaran. Apalagi pada hari-hari tertentu, permintaan hasil ternak ayam ini bisa dikatakan luar biasa dan imbasnya tentu juga bagi peternak ayam itu sendiri.

Penting bagi peternak untuk mewaspadai berbagai penyakit yang bisa menyerang ayam yang diternakkannya. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah infeksi dispharynx. Infeksi dispharynx ini merupakan salah satu penyakit yang bisa menjangkit ayam meskipun telah diternakkan secara intensif. Tidak hanya itu, penyakit ini juga telah ditemukan pada unggas lain semacam kalkun, burung kuau, burung puyuh, dan berbagai jenis burung luar maupun peliharaan lainnya. Pada jenis unggas ayam, penyakit ini juga bisa menjangkiti ayam mutiara dan sejenis ayam hutan. Di negara tertentu, penyebab penyakit infeksi dispharynx ini bisa menyebabkan kematian unggas yang telah ditemukan pada burung dara.

Infeksi dispharynx disebabkan oleh slah satu jenis cacing yaitu dispharynx nasuta. Sedangkan penularan cacing penyebab penyakit ini terjadi melalui perantara dari kepinding jenis armadillidium vulgare dan kepinding babi. Pada kasus penyakit yang terjadi, dispharynx nasuta tersebut bisa ditemukan pada dinding proventrikulus, terkadang pada esofagus, dan hampir tidak pernah ditemukan pada usus halus. Karena sering ditemukan pada proventrikulus, cacing dispharynx tersebut sering menimbulkan ulser pada daerah proventrikulus. Kalau infeksi ini dibiarkan, maka dikhawatirkan akan memperparah daerah proventrikulus tersebut. Karena pada kasus yang sudah berat, bisa terjadi dinding proventrikulus yang sangat menebal dengan ditemukannya cacing tersebut pada bagian bawah jaringan yang berproliferasi.

Seberapapun parahnya akibat yang disebabkan oleh penyakit ini, langkah terpenting adalah langkah untuk mencegah ayam dari terserang penyakit tersebut. Karena penyakit ini dapat menular melalui perantara berupa kepinding babi dan kepinding jenis armadillidium vulgare, maka langkah pencegahannya adalah dengan menghindarkan ayam dari penyebab penyakit tersebut. Karena ayam tersebut telah dipelihara secara intensif, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan langkah sanitasi dan desinfeksi yang optimal pada lingkungan ayam dan sekitarnya. Manajemen kandang yang optimal memang bisa membantu ayam terhindar dari berbagai penyakit termasuk penyakit infeksi dispharynx yang satu ini. Sedangkan untuk menambah kekebalan tubuh ayam yang diternakkan, anda bisa menggunakan imunomax. Nah, bagi anda yang mau orderimunomax ini, anda bisa order dengan cara klik disini.

One thought on “Waspada Infeksi Dispharynx Pada Ayam Yang Diternakkan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *