Tips Berternak Ayam Petelur

Peternakan ayam telah berkembang pesat ke seluruh dunia, sementara peternakan ayam petelur di Indonesia sering dijumpai terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Jenis ayam petelur yang dipelihara terdiri dari 2 tipe. Pertama, tipe ayam petelur ringan, memiliki badan kurus dan ramping serta mata yang bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini memang sulit dicari di Indonesia, tetapi ayam petelur jenis ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Ayam telur ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahunnya. Sedangkan tipe kedua adalah ayam petelur tipe medium, ayam ini memang berat, tapi masih diantara ayam petelur ringan dan broiler. Ayam petelur jenis ini merupakan ayam dwiguna, yakni penghasil telur dan daging sekaligus.

Dalam memulai usaha peternakan ayam, syarat pertama yang harus dilakukan adalah memilih lokasi peternakan. Lokasi yang baik adalah jauh dari pemukiman penduduk, mudah menjangkau tempat pemasaran, bersifat menetap dan tidak berpindah-pindah. Sementara persiapan sarana, meliputi kondisi lingkungan yang memiliki temperatur 32,2 – 350 C, kelebaban berkisar 60 – 70%. Sementara bentuk kandang ada 2, yakni kandang koloni dan kandang individual. Sementara peralatan lain seperti, litter (alas kandang), harus selalu kering dan dianjurkan atap tidak bocor. Tingginya adalah 14 cm, bahan litter terbuat dari sekam dan pasir secukupnya. Tempat bertelur agar mudah mengambil telur, dibuatkan kotak berukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4 ekor ayam. Tempat ayam bertengger diusahakan deket dinding dan diusahakan jauh dari kotoran. Tempat pakan da minum dapat terbuat dari kayu atau alumunium, dan tidak berkarat atau bocor.

Sementara ayam yang dipelihara haruslah memiliki beberapa persyaratan seperti ayam harus ehat dan tidak cacat fisik, pertubuhannya normal, anak ayam berasal dari bibit unggul. Sedangkan pedoman teknis untuk memilih DOC adalah anak ayam berasal dari induk yang sehat, bulu halus dan penuh secara rata, tidak ada cacat tubuh, nafsu makan yang baik, ukuran badan normal dan seragam, tidak basah pada duburnya. DOC yang berkualitas baik akan memiliki konversi ransum yang baik, produksi telur yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya, dan perhatikan prestasi induk di lapangan untuk bibit itu.

One thought on “Tips Berternak Ayam Petelur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *