Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur

Kandang pada ternak ayam melindungi dari pengaruh buruk iklim, seperti hujan, panas matahari, atau gangguan lainnya. Kandang nyaman akan memberikan dampak positif karena ternak akan nyaman dan tidak stress. Selanjutnya ternak akan memberikan imbalan berupa produksi yang lebih baik bagi peternak pemelihara. Secara makro, kandang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi unggas agar terlindung dari pengaruh-pengaruh buruk iklim serat gangguan lainnya (hewan liar atau pencurian). Secara mikro kandang berfungsi menyediakan lingkungan yang nyaman agar ternak terhindar dari cekaman. Lokasi dan tata letak kandang selalu diperhatikan dalam membangun suatu perkandangan, supaya dapat menghindari penyakit dan tenaga pemborosan.

Pembibitan (breeding) dalam usaha peternakan ayam petelur komersial sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini karena untuk menjaga dan mendapatkan kualitas DOC final stock yang bagus serta menghindari terjadinya inbreeding dalam suatu peternakan. Jika pemeliharaan ayam parent stock kurang baik berdampak buruk pada keturunan yang dihasilkan. Seperti contoh, apabila induk terserang penyakit menular maka penyakit tersebut bisa ditularkan secara vertikal pada keturunannya. Strain ayam yang dipelihara juga penting karena sangat berhubungan dengan potensi genetik yang ada pada ayam petelur. Saat DOC pertama kali datang, dibagi dalam chick guard dalam jumlah yang sama dan dilakukan pengontrolan suhu, pengecekan perlu dilakukan dalam 24 jam.

Pemberian pakan pada ayam starter dilakukan secara ad libitum sampai berumur 3 minggu. Hal itu bertujuan untuk memacu ayam mengkonsumsi pakan untuk menunjang perkembangan organ-organ tubuh. Pemberian air minum juga dilakukan ad libitum dengan disertai penambahan vitamin dan antibiotik. Pemberian obat anti stress melalui air minum bertujuan untuk meringankan cekaman pada anak ayam. Stelah ayam berusia 15 minggu lama pencahayaan hanya 12 jam sehari atau pencahayaan hanya berasal dari sinar matahari. Tujuannya adalah menghambat dewasa kelamin dini dan mencegah ayam kegemukan dengan mengurangi waktu makan ayam. Pada umur 15-17 minggu dilakukan sistem black out atau ruangan dibuat setengah gelap untuk mengontrol hormon reproduksi, sehingga kematangan organ reproduksi serentak. Penimbangan dilakukan untuk pengontrolan bobot badan dan tengkat keseragaman ayam pada fase starter dapat tercapai dengan sampel 10% dari seluruh ayam. Anak ayam juga dilakukan pemotongan paruh untuk menghindari sifat kanibal, efisiensi pakan, dan memacu pertumbuhan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>